Minggu, 15 Januari 2017

 Heyyaa semua!


Gimana sama artikel sebelumnya? Menghibur gak? Sudah terjawab dong pertanyaan kalian ? Insha Allah udah yak. Hehee, banyak yang nanya kenapa tulisan sebelumnya ditulis dalam bahasa Inggris? Sebenarnya, um, untuk melatih skill gue aja si. Tidak bermaksud untuk 'sok'english. Karena gue punya beberapa teman 'stranger' di dunia maya, itu kayaknya mengharuskan gue menggunakan bahasa Inggris untuk memudahkan mereka membaca juga. Kan bingung nanti kalo translate bahasa gaul nya Indonesia ke Inggris, hahaaha.


Nah, guys.. gue mau cerita sedikit nih mengenai budaya dan adat yang ada di negeri kita tercinta, yaitu Indonesia. You all must know that Indonesia has many different cultures, ras, languages (wow more than 300), foods, volcanoes, lakes, and many more! Kita harus sadar betapa kaya nya Indonesia. Pernah sih gue melihat berita bahwa Indonesia itu adalah paru-paru Dunia. Nah, maka dari itu Indonesia is like our home for people life. Oiya, Indonesia itu bukan hanya Bali aja lho. Ada banyak pulau dan kota-kota yang memang harus dikunjungi oleh kita maupun orang asing. Kalau Bali terkenal dengan ke eksotisan alamnya, Lombok juga terkenal dengan pantai Senggigi di Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat juga punya budaya yang tidak jauh menarik nya. Namanya Presean. Nanti akan gue bahas di artikel selanjutnya.




Memang, disetiap daerah punya budaya dan adat tersendiri untuk menarik para pengunjung. Salah satunya desa Batubarani, kecamatan Kabilabome, kabupaten Bonebolango, Provinsi Gorontalo. Daerah ini tidak seperti daerah laim guys. Menariknya, semua warga Batubarani dibuat takut karena kedatangam tamu yang tak diundang dari alam bawah air! Coba tebak apa? Bukan siluman kecebong ya. Lebih tepatnya mereka kedatangam Hiu-Paus yang berjumlah 12 ekor dengam ukuran yang berbeda-beda. Mulai dari yang sangat kecil hingga yang paling besar berukuran 12 meter.!  You must be wondering how these creatures showed up in the sea?


So, here the story goes.......


Di desa itu ada sebuah pabrik udang yamg udah sejak lama. I don't really know when it's built. So, my aunty who is working in the factory told me, Hi-Paus ini datang karena mencium bau aroma dari pembuangan kulit udang yang dibuang ke laut itu. Gerombolan mamalia bertubuh besar ini singgah dan memakan kulit udang yang telah dikupas oleh karyawan yang bekerja di pabrik tesebut. Melihat ada sekitar 7 ekor Hiu-Paus berkumpul ketika sedang memakan kulit udang, warga tersebut dibuat kaget lho oleh kedatangan hewan lucu ini. Tidak ingin hal-hal negatif terjadi, orang dewasa maupun anak-anak yang tinggal di rumah setempat dilarang oleh orang tua mereka untuk tidak terjun langsung ke laut. Mereka takut nanti takut dimakan:(. Lol. Berharap, hewan berbobot besar ini meninggalkan desa Batubarani, tetapi harapan mereka tak terkabul. Ternyata masih ada si hewan tersebut. Hari demi hari dilalui. Sudah berganti bulan. Yep, 7 ekor hewan ini masih betah aja tinggal di sini. Akhirnya, warga di sini bisa menjalankan aktifitas nya seperti semula lagi ketika mereka tau kalau hewan ini unharmful alias gak berbahaye cuy! Gue sempet takjub sih udah 3 tahun Hiu-Paus ini ngontrak di sini, hahaha. Mereka gak pernah pergi dari tempat pabrik udang itu. Padahal, Whale-Shark ini hidup bebas lho. I mean they don't be kept by jail or web. Dan itu yang membuat gue amazed.

 Gaizz, lo tau gak kenapa gue bilang hewan ini lucu? Yes, they are absolutely cute as dolphin. Mereka itu hewan 'ramah' bertubuh besar yang pernah gue temui! Whale-Shark doesn't eat you like you watched in Jaws movie.:). Mereka itu baik banget. Iya mereka baik karena mereka gak pernah keganggu sama kedatangan kami. Oiya, tau gak Hiu-Paus ini punya nama lho. Tapi, yang gue tau nama yang paling besar aja nih badannya. Namanya "Otong". Hehehe, bukan deng. Nama aslinya "Sherly". So, people visit to feed them up, they usually call its name. Kalian juga kalo mau lihat Sherly secara dekat bisa banget. Tinggal nyewa perahu kalau gak salah Rp20.000 sama penjaga nya gitu selama 20 menit. Kalian udah bisa deh menyentuh dan melihat secara dekat hewan mamalia Ini secara eksklusif. Dan jangam lupa beli umpannya juga yaitu kepala udang. Bukan kepala kambing yee. Mentang hewannya gede belinya itu lagi, heheh.




Dan cara pancing mereka itu juga bisa dengan mengetuk-ngetuk bagian bawah perahu sambil mengucapkan kata "sherly. Sherly.. Sherly..ayo dong keluar. Ku bawa roti selai keju untuk mu". Lha, sejak kapan hiu suka begituan? Gue heran si apa iya mereka (para Hiu-Paus) mengerti Bahasa kita dengan bicara seperti itu? YetapI tetap gue ikutin si dan sepertinya mereka udah les bahasa Indonesia kali ya selama 3 tahun. 15 menit berlalu. Kok mereka gak muncul ya? Gue udah pake gelagat gue sendiri tuh untuk melihat mereka. Satupun gak muncul. Kamera udah siap untuk foto-foto at that time. Yah, kok gak muncul kemana ini? Oh, I have just been told by my uncle thatwwhale-shark didn't appear in front of us because there was a typhoon or Batubarani villagers usually call 'Angin Ribut'. This natural disasater menyebabkan gelombang air laut naik dan air itu bisa sampai ke rumah warga. Itu mengapa ombak di air laut cukup besar yang disertai dengan angin. Kata orang sekitar juga, setelah kejadian ini, Hiu-paus lebih memilih untuk berdiam di bawah air daripada naik kepermukaan karena mereka gak suka sama ombak atau gelombang yang cukup besar itu. *bukan karena kedatangan gua kok:p*. Yeay, after we've been waiting for minutes, it appered on us! Oh, Allah! It has a wide mouth! Besar banget coy mulutnya. Kayaknya gue muat deh masuk ke mulut nya. Oiya guys, yang muncul ke dasar ini adalah Hiu-Paus berukuran 3 meter. Dan ini adalah yang paling kecil lho. Nih, gambar mulutnya, maaf kalo gak begitu jelas.   






Pertama gue lihat jantung gua dag-dig-dug gitu kayak ketemu doi, hahaha. Gak deng. Tapi iyaaaa deg-degan takut dimakan sama Hiu-Paus, lol. Ya bayangin aja gue ada di perahu kayu yang kecil terus muat orang lebih dari 7 orang cuy. Tapi syukur sih, Hiu-Paus gak suka makan gue ;p. Dia itu sukaaaa banget sama kepala udang guys. Jadi, kalau datang ke Batubarani dan melihat hewan lucu ini don't forget to buy kepala udang yaa;). Kalian juga bisa sentuh mereka lho. Mereka itu punya gigi yang kecil-kecil dan banyak dengan memiliki kepala yanh lebar dan gepeng dengan mulut. Mata nya itu kecillll bamget lho, hahaha. Masih besaran mata gue sih kalo diliat mah :p. That's why I tell you this animal is cute af. Bahkan ada beberapa penyelam di sana juga yang ingin lebih mendekatkan dirinya kepada hewan ini maupun lokal ataupun mancanegara.

 

 

In the next day before I left this village, I came again for twice to see them. oh goshhhh!!! I saw the biggest one finally! Yep buddy, Sherly showed up her self to us! Masha Allah, ikan ini besar dan panjang banget. Sherly akhirnya datang ke arah perahu kami dan memakan udang yang kami kasih. Dia makan lahap banget. Gue sentuh badannya dia dari depan terus kebelakang. Kalau kita sentuh dari belakang ke depan pasti terasa kasar kulit mereka.


Akhirnya, I have to say goodbye to Gorontalo in 14th July. Wah, beruntung sih gue masih dikasih kesempatan oleh Allah dengan pengalaman seperti ini. Gorontalo itu menurut gue provinsi yang masih cukup kental banget sama budaya nya. Mulai dari tradisi, gaya rumah mereka, lingkungan dan absolutely the people. Therefore, not only Denpasar can be visited to have fun but also Gorontalo. The more you love your country, the more people also do as you!

  Artikel selanjutnya masih tentang Gorontalo! Jadi, pantengin blog gue terus yeshh :p.

 




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar